Selasa, 12 Juli 2016

Korupsi Alat Kesehatan: PROSPEK ALAT KESEHATAN NASIONAL

Korupsi Alat Kesehatan: PROSPEK ALAT KESEHATAN NASIONAL: korupsi alat kesehatan lampung Korupsi alat kesehatan lampung : Mengapa industry alat kesehatan masih memiliki prospek yang luar b...

PROSPEK ALAT KESEHATAN NASIONAL


korupsi alat kesehatan lampung
korupsi alat kesehatan lampung

Korupsi alat kesehatan lampung : Mengapa industry alat kesehatan masih memiliki prospek yang luar biasa cerah? Karena alat kesehatan diperlukan semua orang, tanpa terkecuali. Setiap kita perlu alat kesehatan, mulai dari thermometer hingga berbagai alat kesehatan untuk orang sakit lainnya.

“Ini menunjukkan bahwa prospek alat kesehatan (alkes) sangat besar dan makin besar dari waktu ke waktu. Ingat, populasi jumlah penduduk Indonesia makin besar, dan mereka adalah market terhadap industry alat kesehatan alkes) ini” ujar Korupsi alat kesehatan lampung

Menurut Korupsi alat kesehatan lampung, Jumlah penduduk kita adalah 250 juta jiwa, dan akan terus bertambah dari waktu ke waktu. Mereka semua memerlukan alat kesehatan. Negara memerlukan alat kesehatan melalui berbagai puskesmas dan rumah sakit BUMN, pun pihak swasta. Mereka memerlukan alat kesehatan.

Anda bisa hitung per satu item alat kesehatan saja, jika 1% yang digunakan dari 250 juta jiwa penduduk Indonesia, itu jumlahnya sudah berapa? Baru satu item, belum item alat kesehatan yang lain yang jumlahnya makin bertambah dari waktu ke waktu. 

“Tak heran, kasus korupsi alat kesehatan menjadi topic yang tak ada habis-habisnya. Selalu ada saja kasus korupsi alat kesehatan (alkes) di bergagai provinsi Indonesia. Ini tak heran, karena putaran uang di industry ini begitu besar, hingga trilyunan rupiah” papar Korupsi alat kesehatan lampung

Negara melalui dinas kesehatan akan menyediakan anggaran segar untuk pembelanjaan alat kesehatan yang ditujukan ke berbagai rumah sakit pemerintah dan puskesmas. Mereka mencari pihak ketiga untuk melakukan transaksi untuk mendapatkan alat kesehatan yang berkualitas dan seusai standar kedokteran yang berlaku. Disinilah bisnis alat kesehatan itu mulai terlihat prospeknya.

Dimasa depan, prospek industry alat kesehatan nasional makin hari makin besar dan menggiurkan. Dan para pemain alkes sebaiknya berhati-hati dengan godaan, karena bisa terjebak dalam kasus korupsi. Sepanjang bertransaksi dengan BUMN maka KPK akan memantau transaksi anda. Waspadalah waspadalah.

SOLUSI PENYAKIT DIABETES, PENTING BUAT ANDA

MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI, SEPAKAT? KALO SEPAKAT AYO PELAJARI OBAT DIABETES YANG BERBAHAYA INI, MUMPUNG BELUM TERLAMBAT, AWAS AMPUTASI JIKA TERLAMBAT, MENYERAMKAN, BUKAN?

8 Buku Biografi Orang Sukses Terbaik di Dunia - Wajib BACA !

SUKSES TERNYATA MUDAH JIKA TAHU TEKNIKNYA, SALAH SATU CARA TERMUDAH BELAJAR MELALUI BUKU SUKSES ORANG YANG SUDAH SUKSES. PELAJARI SETIAP CARA BERPIKIRNYA, FILOSOFINYA, SEPAKTERJANGNYA DAN SEMUANYA TENTANG ORANG SUKSES INI. MODALNYA HANYA MELALUI BELI BUKU MEREKA. AYO DISIMAK S

8 Buku Biografi Orang Sukses Terbaik di Dunia - Wajib BACA !

SUKSES TERNYATA MUDAH JIKA TAHU TEKNIKNYA, SALAH SATU CARA TERMUDAH BELAJAR MELALUI BUKU SUKSES ORANG YANG SUDAH SUKSES. PELAJARI SETIAP CARA BERPIKIRNYA, FILOSOFINYA, SEPAKTERJANGNYA DAN SEMUANYA TENTANG ORANG SUKSES INI. MODALNYA HANYA MELALUI BELI BUKU MEREKA. AYO DISIMAK S

Senin, 11 Juli 2016

Korupsi Alat Kesehatan: BLACK CORRUPTION VS WHITE CORRUPTION

Korupsi Alat Kesehatan: BLACK CORRUPTION VS WHITE CORRUPTION: Korupsi alat kesehatan lampung : Banyak orang awam bingung dengan definisi korupsi, karena secara harfiah, korupsi itu adalah tindak...

BLACK CORRUPTION VS WHITE CORRUPTION



Korupsi alat kesehatan lampung : Banyak orang awam bingung dengan definisi korupsi, karena secara harfiah, korupsi itu adalah tindakkan me mark up nilai suatu harga barang. Lalu apa bedanya dengan bisnis?

Bisnis adalah kegiatan yang melibatkan dua pihak atau lebih, melakukan suatu transaksi barang dan jasa yang bernilai ekonomi dengan berasaskan saling menguntungkan.
Lihat definisi diatas, ada dua pihak atau lebih, melakukan kegiatan ekonomi atas barang dan jasa, sejauh ini masih sama definisinya dengan korupsi. Namun bedanya, jika kegiatan bisnis itu saling menguntungkan, sementara untuk korupsi, ada yang di rugikan dan ada yang diuntungkan.

Korupsi alat kesehatan lampung : Siapa yang diuntungkan? Jelas pelaku korupsi itu sendiri (koruptor), yaitu mendapat margin yang lumayan tinggi, 10% hingga 100% lebih dari harga pasar yang berlaku.

Siapa yang dirugikan? Dalam hal ini adalah Negara. Negara adalah objek para koruptor, yaitu melalui APBN ( Anggaran Pembelanjaan Negara) yang diatur dalam transaksi perusahaan-perusahaan milik Negara (BUMN).
Korupsi terjadi ketika ada pihak ketiga, alam hal ini swasta, melakukan semacam manipulasi harga pasar dan diajukan ke pihak BUMN, maka inilah kategori Black Corruption. Mengapa? Karena Negara dirugikan oleh transaksi jenis ini.

Korupsi alat kesehatan lampung :Pihak ketiga sudah memanipulasi harga dan umumnya sudah merencanakan semacam proses tender yang menjadi bagian dari SOP BUMN dalam menentukan siapa pemenang projek tersebut.

Jadi, makin jelaslah bagi kita bahwa proses kegiatan korupsi itu melibatkan beberapa teknis yang melibatkan beberapa orang untuk melakukan tugas yang bersifat manipulative. Ada semacam sinergi disini.

Korupsi alat kesehatan lampung : Jadi, jika kita pelajari diatas maka makin jelaslah bahwa kegiatan korupsi itu bersifat merugikan satu pihak dan menguntungkan pihak yang lain karena mereka bekerja berdasarkan manipulative prosedur yang bersifat melawan hukum.

Berbeda dengan bisnis. Walau bisnis juga sama, yaitu mendapat sejumlah margin (selisih) berupa keuntungan atas produk atau jasa, tapi dalam bisnis bersifat saling menguntungkan dan tak ada manipulasi proses transaksinya. Sementara pada kasus korupsi, ada manipulasi dan rekayasa yang diciptakan.

Mari kita pelajari ilmu tentang korupsi ini, karena sifatnya seluas dan sedalam samudra, tak seperti apa yang terlihat mata saja. Ini kejahatan serius dan wajib kita antisipasi sedini mungkin. Salam reformasi transparansi.